Penanganan Pascapanen Bawang Merah (Allium cepa L. Var aggregatum) di Desa Sukamaju Kecamatan Tobelo Barat
DOI:
https://doi.org/10.55984/saloi.v3i2.254Kata Kunci:
Penanganan Pascapanen, Bawang Merah, Kelompok Tani, Desa SukamajuAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tahapan penanganan pascapanen bawang merah pada kelompok tani Tirta Tani Makmur di Desa Sukamaju, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan anggota kelompok tani selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengeringan yang tepat mampu menurunkan kadar air bawang merah sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan dan memperpanjang masa simpan. Proses sortasi dan grading yang diterapkan membantu memisahkan produk berdasarkan kualitas dan ukuran, sehingga produk yang dipasarkan memenuhi standar mutu dan memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Produk bawang merah yang tidak layak jual dimanfaatkan sebagai bawang goreng untuk menambah nilai tambah bagi petani. Meskipun masih terdapat kelemahan dalam penggunaan pupuk kimia, pelatihan dan pendampingan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas budidaya secara berkelanjutan. Penanganan pascapanen yang baik berperan penting dalam menjaga kualitas fisik dan kandungan bioaktif bawang merah serta mendukung pengembangan komoditas ini di wilayah Halmahera Utara.
Referensi
Amalfitano, C., Golubkina, N. A., Vacchio, L. Del, Russo, G., Cannoniero, M., Somma, S., Morano, G., Cuciniello, A., & Caruso, G. (2019). Yield, Antioxidant Components, Oil Content, and Composition of Onion Seeds Are Influenced by Planting Time and Density. Plants, 8(293), 1–19.
Arafah, S. N. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi Permintaan Bawang Merah di Kota Medan. Universitas Medan Area.
Atmaja, I. S. W., Subkhi, M., & Jaenudin, A. (2021). Keragaan Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Pengaturan Pupuk Kandang. Syntax Literate, 6(1), 240–247.
Ayu, I. W., Siswanto, H. T., & Lestari, N. D. (2023). Sosialisasi Pascapanen Bawang Merah Pada Petani Dataran Tinggi Kabupaten Sumbawa. Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal, 6(1), 117–124.
BPPP. (2016). Teknologi penanganan pascapanen bawang merah di Indonesia.
Dewayani, W., Samsuri, R., Septianti, E., & Selatan, S. (2019). Kajian Jenis Pengeringan dan Beberapa Bahan Pengisi Terhadap Kualitas Bubuk Bawang Merah Varietas Pikatan. Pengkajian dan Pengembangan Pertanian, 22(3), 251–262.
Elvira, M., Nathalia, V., Nabila (2021). Bawang Merah Menurunkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus. 7(2), 21–27.
Fahroji, Zulfia, I., & Syuryati. (2017). Buku Petunjuk Teknis Pascapanen Bawang Merah dan cabai (K. B. Andri (ed.)).
Hidayat, M. R., & Endarko. (2014). Rancang Bangun Alat Pemilah Bawang Merah Berdasarkan Ukuran Diameter. Jurnal Sains Dan Seni POMITS, 3(2), 60–63.
Hikmah, S. I., & Anggarani, M. A. (2021). Kandungan Senyawa Bioaktif dan Aktivitas Antioksidan Bawang Merah Nganjuk (Allium Cepa L.). UNESA Journal of Chemistry, 10(3), 220–230.
Lestari, R. H. ., Sulustyaningsih, E., & Purwantoro, A. (2018). Pengaruh Penjemuran dan Penyimpanan Terhadap Mutu Benih Umbi Bawang Merah. Gadjah Mada.
Mardliyana, N. E., Kania, R. A., Yuliawati, A., Fadhila, I., & Sakinah, Z. (2023). Pelatihan Pemanfaatan Bawang Merah (Allium Cepa L) Menjadi Minuman Herbal Untuk Peningkatan Imunitas Tubuh. GEMAKES : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 217–222. https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i2.1336
Niken. (2025). Bawang Merah, Bumbu Dapur dengan Segudang Manfaat Kesehatan. BPPTS.
Priyantono, E., Purwanto, Y. A., & Sobir. (2016). Penyimpanan Dingin Bawang Merah ( Allium ascalonicum L .). Agro-Based Industry, 33, 32–38.
Sadratulmuntaha, Hayati, R., & Syyamsuddin. (2022). Pengaruh Konsentrasi Gel Lidah Buaya dan Lama Penyimpanan Terhadap Kualitas Bawang Merah (L, Allium Cepa). Floretak, 17(2), 72–86.
Sholihah, S. N. (2024). Komoditas Pertanian Subsektor Hortikultura Bawang Merah (A. A. Susanti (ed.)). Kementerian Pertanian.