Analisis Kualitas Ikan Tuna Segar berdasarkan Kadar Histamin pada PT. Harta Samudra Morotai
DOI:
https://doi.org/10.55984/saloi.v3i2.253Kata Kunci:
Kadar histamin, ikan tuna segar, mutu organoleptik, penanganan pasca panenAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar histamin pada ikan tuna segar di PT. Harta Samudra Morotai untuk menilai kualitas ikan berdasarkan kadar histamin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sampel diambil dari 9 supplier dengan metode analisis histamin dan uji organoleptik menggunakan 27 responden. Hasil menunjukkan kadar histamin berkisar antara 4,1 hingga 6,80 mg/kg, masih di bawah batas maksimal 8 mg/kg sesuai standar SNI, yang mengindikasikan ikan tuna dalam kondisi segar. Uji organoleptik meliputi penilaian mata, insang, lendir, daging, bau, dan tekstur, dengan sebagian besar sampel memenuhi standar mutu SNI. Faktor utama yang mempengaruhi kadar histamin adalah suhu, penanganan pasca panen, sanitasi, higiene, dan keberadaan bakteri. Penelitian ini memberikan informasi penting untuk menjaga kualitas dan keamanan produk tuna, serta mendorong penerapan penanganan yang baik agar produk memenuhi standar ekspor dan konsumen
Referensi
Akerina, F. O. (2021). Kualitas Ikan yang dijual pada Pasar Tradisional di Kota Tobelo. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 14(1), 141–147. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.14.1.141-147
Amru, A., & Sipatuhar, Y. (2022). Karakteristik Mutu Pengolahan Yellow Fin Tuna (Thunnus albacares) Loin Masak Beku. AURELIA Journal, 4(2), 123–136.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Pulau Morotai. (2024). Kabupaten Pulau Morotai dalam Angka.
BSN. (2013). Standar Nasional Indonesia Ikan Segar. In Badan Standarisasi Nasional. Badan Standarisasi Nasional.
BSN. (2015). Tuna Loin Beku. BSN (Badan Standarisasi Nasional).
Deni, S., Talib, A., & W. Laitupa, I. (2023). Studi Penerapan HACCP pada Pembekuan Ikan Tuna Madidihang (thunnus albacares) Studi Kasus pada PT. Harta Samudra di Kabupaten Pulau Morotai. Jurnal Sains Sosial Dan Humaniora (Jssh), 3(2), 74–88. https://doi.org/10.52046/ jssh.v3i2.1758
Gustini, Khotimah, S., & Hepi Yanti, A. (2014). Kualitas Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta) Setelah Perendaman Dalam Kitosan ditinjau dari Aspek Mikrobiologi dan Organoleptik. Protobiont, 3(2), 100–105.
Junianto. (2003). Teknik Penanganan Ikan. Penebar Swadaya.
Kim, S. H., An, H., & Price, R. J. (1999). Histamine Formation and Bacterial Spoilage of Albacore Harvested off the U . S . Northwest Coast. 64(2), 340–343.
Kour, F., & Akerina, F. O. (2020). The Effect of Handling Facilities and Methods on Quality of The Fish by Fisherman on Purse Seine Board, In Gamhoku. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 13(2), 195–200. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.13.2.195-200
Mailoa, M. N., Savitri, I. K. E., Lokollo, E., & Kdise, S. S. (2020). Mutu Organoleptik Ikan Layang (Decapterus sp.) Segar Selama Penjualan Di Pasar Tradisional Kota Ambon. Majalah BIAM, 16(1), 36–44.
Nai, Y. D., Naiu, A. S., & Yusuf, N. (2019). Analisis Mutu Ikan Layang (Decapterus Sp.) Segar Selama Penyimpanan Menggunakan Larutan Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Pengawet Alami. Jambura Fish Processing Journal, 1(2), 21–34. https://doi.org/10.37905/jfpj.v1i2.5425
Naiu, A. S., Koniyo, Y., Nursinar, S., & Kasim, F. (2018). Penanganan dan Pengolahan Hasil Perikanan (D. N. Fazrin (ed.)). CV. Atrha Samudra.
Nurimala, M., Abdullah, A., Matutina, W., Nurjanah, Yusfiandayani, R., Sondita, M., & Hizbullah, H. (2019). Perubahan Kimia, Mikrobiologis dan Karakteristik Gen HDC Pengkode Histidin Dekarboksilase pada Ikan Tongkol Abu-Abu Thunnus tonggol selama Penyimpanan Suhu Dingin. Ilmu Periknanan Dan Teknologi Kelautan Tropis, 11(2), 285–296.
Oyolese, A. (2006). ality Assesment of Cold Smoked Hot Smoked and Oven Dried Tilapia nilotica Under Cold Storage Temperature Conditions. Journal of Fisheries International, 2(4), 92–97.
Perdana, G., Sumiyanto, W., & Sipatuhar, Y. (2019). Penetapan dan Pengendalian Titik Kendali Kritis Histamin pada Pengolahan Steak Beku (Thunnus sp .) DI PT . Permata Marindo Jaya Muara Baru-Jakarta Utara. Buletin JSJ, 1(1), 1–13.
Sofiati, T., & Alwi, D. (2018). Strategi Pengelolaan Perikanan Tuna Di Kabupaten Pulau Morotai (The strategy of tuna fisheries management in Regency of Morotai Island). Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan, 2(1), 22–29. https://doi.org/10.33387/jikk.v1i2.935
Sofiati, T., Wahab, Is., & Deta, S. N. (2020). SAnitasi dan Hygiene pada Pengolahan TUna Loin Beku di PT. Harta Samudra Kabupaten Pulau Morotai. Jurnal Enggano, 5(2), 113–121.
Suryanto, Muhammad, R., & Sipahutar, Y. (2021). Kadar histamin dan nilai angka lempeng total (alt) pada tuna loin berdasarkan jumlah hari penangkapan dan ukuran ikan di unit pengolahan ikan, Surabaya. Prosiding Simposium Nasional Kelautan Dan Perikanan 8.
Taher, N. (2010). Penilaian Mutu Organoleptik Ikan Mujair (Tilapia mossambica) Segar dengan Ukuran yang Berbeda Selama Penyimpanan Dingin. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 6(1), 8–12. https://doi.org/10.35800/jpkt.6.1.2010.106
Tamuu, H., Marsuci, R., & Dali, F. A. (2014). Mutu Organoleptik dan Mikrobiologis Ikan Kembung Segar dengan Penggunaan Larutan Lengkuas Merah. Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, II(4), 164–168.
Wodi, S., Trilaksani, W., & Nurilmala, M. (2018). Histamin dan Identifikasi Bakteri Pembentuk Histamin pada Tuna Mata Besar ( Thunnus obesus ). Jurnal Teknologi Perikanan Dan Kelautan, 9(2), 185–192.