Pengetahuan Pengobatan Tradisional Masyarakat Desa Kakara Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara

Penulis

  • Desrita N. Malieser Mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Universitas Hein Namotemo
  • Zeth Patty Program Studi Agroteknologi, Universitas Hein Namotemo
  • Ariance Y. Kastanja Program Studi Agroteknologi, Universitas Hein Namotemo

DOI:

https://doi.org/10.55984/saloi.v2i2.209

Kata Kunci:

Pengetahuan Tanaman Obat, Pewarisan, Pantangan, Desa Kakara

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengetahuan masyarakat Desa Kakara tentang penggunaan tumbuhan obat, cara mewariskan serta syarat dan pantangan yang ada. Penelitian ini berlokasi di Desa Kakara, yang pemilihannya dilakukan secara sengaja. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey, dengan teknik sampling bola salju (snowball). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tukang obat (dukun) di Desa Kakara memiliki pengetahuan pengobatan tradisional yang bervariasi, mulai dari menguasai 2 jenis obat sampai 10 jenis obat tradisional, dimana pengetahuan obat tradisional yang dimiliki diwariskan dari orangtua dan kerabat lainnya. Selain itu masyarakat Desa Kakara mengenal beberapa syarat dan pantangan dalam proses pengobatan tradisional.

Biografi Penulis

Zeth Patty, Program Studi Agroteknologi, Universitas Hein Namotemo

<strong>SALOI </strong> <strong>: Jurnal Ilmu Pertanian </strong>merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh <strong>LPPM Universitas Hein Namotemo</strong>. Menerima artikel hasil penelitian mahasiswa, dosen maupun peneliti lain, dalam bidang Pertanian, Perikanan, peternakan dan kehutanan, meliputi <strong><em>Agroteknologi, Agronomi, Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Sosial Ekonomi Pertanian, Pengolahan Hasil Perikanan, Budidaya Perikanan, Sosial Ekonomi Perikanan, Perikanan Tangkap, Produksi dan Pemuliaan Ternak, Formulasi dan Nutrisi Pakan, Teknologi Hasil peternakan, managemen hutan dan kehutanan </em></strong><strong>SALOI  : Jurnal Ilmu Pertanian </strong> terbit 2 kali setahun.Artikel yang dikirimkan belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh <em>reviewer</em> melalui proses <em>blind-review</em>

Referensi

Adiyasa, M. R., & Meiyanti, M. (2021). Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia: distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 4(3), 130–138. https://doi.org/10.18051/ jbiomedkes.2021.v4.130-138

Akhsa, M., Pitopang, R., Syariful Anam. (2015). Studi Etnobiologi Bahan Obat-Obatan Pada Masyarakat Suku Taa Wana di Desa Mire Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una Una Sulawesi Tengah. Jurnal Biocelebes, 9(1), 1978–6417.

Anisa, N. I., Jannah, U., & Zurinani, S. (2017). Pewarisan ilmu dukun dalam sistem penyembuhan tradisional. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 30(1), 48. https://doi.org/10.20473/mkp. v30i12017.48-58

Arifin, Z. (2014). Sistem Pengobatan dan Penyembuhan Penyakit (Studi Sosiologi Kesehatan pada Masyarakat Sinjai Timur Sulawesi Selatan). Jurnal Ilmiah Administrasita’, 4(1), 138–154. https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/ administrasita/article/view/86

BPS Halmahera Utara. (2023). Kecamatan Tobelo Dalam Angka (Issue 112).

Duchlun, R. (2022). Mengenal Rorano, Pengobatan Tradisional Maluku Utara. www.Halmaheranesia.Com.

Fitriani, N., & Eriyanti, F. (2020). Relasi pengetahuan dan Kekuasaan Dukun dalam Pengobatan Tradisional. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 5(1), 27. https://doi.org/10.29210/ 3003475000

Hamiyati, H., & Laratmase, A. J. (2021). Pengembangan Pengetahuan Tanaman Obat Herbal dengan Perilaku Bertanggung Jawab Mahasiswa terhadap Lingkungan Universitas Negeri Jakarta. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 10(2), 59–64. https://doi.org/10.21009/jgg. 102.101

Jamalie, Z., & Dalle, J. (2014). Pamali Sebagai Nilai Tradisional Pencitraan Publik Figur Masyarakat Banjar. Jurnal Sosio Didaktika, 1(2), 1051–1061.

Kemenkes RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia.

Kumontoy, D., G., Deeng., D., & Mulianti, T. (2023). Pemanfaatan Tanaman Herbal Sebagai Obat Tradisional Untuk Kesehatan Masyarakat di Desa Guaan Kecamatan Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jurnal Holistik, 16(3), 1–20.

Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Lembaga pendidikan Sukarno Pressindo.

PDSPK. (2016). Analisis Kearifan Lokal Ditinjau dari Keragaman Budaya. Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK), 1–67. http://publikasi.data.kemdikbud.go.id /uploadDir/isi_F9B76ECA-FD28-4D62-BCAE-E89FEB2D2EDB_.pdf

Pelokang, C. Y., Koneri, R., & Katili, D. (2018). Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional oleh Etnis Sangihe di Kepulauan Sangihe Bagian Selatan, Sulawesi Utara. Jurnal Bios Logos, 8(2), 45–51. https://doi.org/10.35799/ jbl. 8.2.2018.21446

Sari, I. D., Yuniar, Y., Siahaan, S., Riswati, R., & Syaripuddin, M. (2015). Tradisi Masyarakat dalam Penanaman dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Lekat di Pekarangan. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 5(2), 123–132. https://doi.org/10.22435/jki.v5i2.4407.123-132

Sriwati, S., Prasetyo, W., & Iqbal, M. (2022). Pamali: Intervensi dan Pengaruhnya terhadap Pembentukan Pola Pikir Logis Remaja dalam Masyarakat Banjar. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 6(1), 2360–2370. https://doi.org/ 10.36312/jisip.v6i1.2832

Usman, S., Lating, A., & Usman, H. (2024). Resiliensi Pemerintah Desa Pulau Menghadapi COVID-19 ; Studi di Desa Kakara A dan Kumo Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. 5(1), 32–44.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-12-30

Terbitan

Bagian

ARTIKEL