ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN KUSTA TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN KECACATAN PENYAKIT DI PUSKESMAS PERAWATAN SUBAIM
DOI:
https://doi.org/10.55984/leleani.v5i1.234Kata Kunci:
tingkat pengetahuan, pasien kusta, pencegahan, kecacatanAbstrak
Kusta adalah penyakit infeksi yang kronik dan penyebabnya ialah mycobaterium leprae yang bersifat intraseluler obligat. Saraf perifer sebagai afinitas pertama, lalu kulit darn mukosa traktus respiratorius bagian atas, kemudian dapat ke organ lain kecuali susunan saraf pusat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Analisis tingkat pengetahuan pasien kusta terhadap upaya pencegahan kecacatan penyakit di Puskesmas Perawatan Subaim. Metode dalam Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah pasien penderita Kusta yang mengetahui tentang Upaya Pencegahan Kecacatan Penyakit Kusta, Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil yang di peroleh berupa pemahaman tentang pemahaman penyakit kusta, pemahaman tentang kecacatan penyakit kusta,gejala awal timbulnya penyakit kusta,cara penularan penyakit kusta,pengobatan penyakit kusta,pencegahan kecacatan penyakit kusta,dan perawatan diri kecacatan pada penyakit kusta. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pasien kusta sebagai partisipan memahami penyakit kusta, pasien kusta sebagai partisipan memahami kecacatan penyakit kusta, pasien kusta sebagai partisipan menyebut gejala awal dari penyakit kusta ,pasien kusta sebagai partisipan mengungkapkan cara penularan penyakit kusta, pasien kusta sebagai partisipan mengungkapkan pengobatan penyakit kusta, pasien kusta sebagai partisipan mengungkapkan pencegahan kecacatan penyakit kusta dan pasien kusta sebagai partisipan mengungkapkan perawatan diri kecacatan pada penyakit kusta. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat di jadikan pedoman dalam melakukan penelitian terutama tentang penyuluhan kecacatan pada penyakit Kusta.
Referensi
Anggraeni, D.M., & S. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Nuha medika.
Amiruddin.M.D. (2012).Penyakit Kusta Sebuah Pendekatan Klinis. Surabaya :Brilian Internasional
Bhat, Ramesh Marne and prakash, Chaitra. (2012). Leprosy: An Overview Of pathophysiology. Interdiscipline Perspective Of Infectious Disease, 2012, p1-6.
Departemen kesehatan RI.Buku Pedoman Nasional Pemberantasan Penyakit Kusta.Edisi 18. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2006.
Departemenkesehatan RI (2009).Modul pelatihan Program P2 Kusta Bagi Unit Pelayanan Kesehatan Tahun 2009.Jakarta,Tidak di Publikasikan
Eichelmann K, Gozales SE, Salas-Alanis JC,Ocampo-Candiani J. Leprosy an update: definition, pathogenesis, classification, diagnosis, and treatment.Actas dermosifiliogr.2013;104(7):554-63.
Harahap, M. (ed).Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta :Hipokrates
Harrison. (2000). Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, Edisi 13, Volume 3.Jakarta :penerbit kedokteran EGC.
Imami & Afiyanti. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Riset Keperawatan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Kementrian Kesehatan RI Dirjen PP dan PL. 2012. Pedoman Nasional Pogram Pengendalian Penyakit Kusta. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI
Kosasih A, Wisnu IM, DailiES,Menaldi SL, Kusta. Dalam :Djuanda A, Hamzah M, Aisah S, Editor. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.Edisi ke-5.Cetakanke-dua (dengan perbaikan). Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2001. Hal 73-88
Kumar B, Dogra S. Leprosy : A Disease With Diagnostic and Management challenges. Indian J. Dermatol Venereol Leprol. 2009; 75(2): 111-5.
Mahanani, N. (2011). Factor-faktor yang berhubungan dengan perawatan diri kusta pada penderita kusta di puskesmas kunduran kecamatan kunduran kabupaten blora tahun 2011.Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Manyullei, Syamsuar,dkk.,Gambaran Faktor yang Berhubungan dengan Penderita Kusta di kecamatan Tamalate Kota Makassar, Indonesian Journal Of Public Health, 2012,Vol. 1 No.1 : 10.
Notoatmodjo S. 2012. Promosi Kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Putra S. E. 2012. Pengaruh penggunaan Panduan Perawatan Mata,Tangan dan Kaki terhadap Kualitas Hidup Penderita Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Ajung Kabupaten Jember. Jember :Universitas Jember.
Susanto, N. 2006. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecacatan Penderita Kusta. (Tesis). Yogyakarta : UGM
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Maimunah Maimunah, Roberto Cabu

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.