HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA MASYARAKAT DI DESA SOPI
DOI:
https://doi.org/10.55984/leleani.v3i2.162Kata Kunci:
Pola Makan, Kejadian Gastritis, Hubungan, Desa SopiAbstrak
Gastritis atau lebih umum disebut sakit maag dapat muncul akibat kelebihan asam lambung yang diproduksi, mengakibatkan iritasi pada dinding mukosa lambung. Faktor pencetus gastritis yang sering ditemukan adalah pola makan dengan persentase sebanyak 40%. Pola makan dinilai berdasarkan frekuensi makan, porsi makan dan jenis makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada masyarakat di Desa Sopi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain deskritif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 327 sampel, dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner pada masyarakat di Desa Sopi. Uji korelasi menggunakan spearman’rhodi diperoleh hasil yaitu frekuensi makan dengan kejadian gastritis nilai P=0,03. atau terdapat hubungan antara frekuensi makan dengan kejadian gastritis. Porsi makan dengan kejadian gastritis nilai P=0,26 atau tidak ada hubungan antara porsi makan dengan kejadian gastritis. Jenis makan dengnan kejadian gastritis nilai P=0,79 atau tidak ada hubungan antara porsi makan dengan kejadian gastritis. Kesimpulannya adalah sebagian besar masyarakat di Desa Sopi memiliki frekuensi makan baik (100%), porsi makan baik (99%), serta jenis makan baik (95%). Angka kejadian gastritis di Desa Sopi sebanyak 72 %.
Referensi
Apriyani, L., L, M. W., & Puspitasari, I. (2021). Hubungan Pola Makan dengan Gastritis Pada Remaja Masa New Normal di SMA Negeri 1 Muaragembong. Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), 1, 74–80.
Barkah, A., & Agustiyani, I. (n.d.). Pengaruh Pola Makan dengan Kejadian Gastritis di Puskesmas Setu I Karakteristik Responden. 4(1), 52–58.
Futriani, E. S., Tridiyawati, F., & Putri, D. M. (2020). Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa Tingkat Ii di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara Jakarta Tahun 2018. Jurnal Antara Keperawatan, 3, 1–6.
Handayani, M., & Thomy, T. A. (2018). Hubungan Frekuensi, Jenis dan Porsi Makan dengan Kejadian Gastritis Pada Remaja. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, 1(2), 40. https: //doi.org/ 10.32524/jksp.v1i2.379
Pratiwi, W. (2013). Hubungan Pola Makan dengan Gastritis Pada Remaja di Pondok Pesantren Daar El-Qolam Gintung, Jayanti, Tanggerang. Jurnal Kesehatan, 1, 101.
Restiana, desty eka. (2019). hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja kelas xdi ma walisono.
Safii, M., & Andriani, D. (2019). Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gastritis Pada Pasien yang Berobat di Puskesmas. Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (Jkf), 2(1), 52–60. https://doi.org/ 10.35451/ jkf.v2i1.281
Sartika, I., Rositasari, S., & Bintoro, W. (2020). HubunganPola Makan dan Stres dengan Kejadian Gastritis di Puskesmas Pajang Surakarta. Jiki, 13(2), 53–62.
Sitompul, R., Sri, I., & Wulandari, M. (2021). Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Advent Indonesia. Community of Publishing In Nursing (COPING), 9, 258–265.
Tussakinah, W., & Burhan, I. R. (2018). Artikel Penelitian Hubungan Pola Makan dan Tingkat Stres terhadap Kekambuhan Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Tarok Kota Payakumbuh Tahun 2017. 7(2), 217–225.
Yusfar, & Ariyanti. (2019). Hubungan Faktor Resiko Gastritis dengan Kejadian Gastritis Pada Siswa-Siswi SMA dan SMK. HealthY Journal, VII(1), 9–21.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Allin Marlini Hanca, Olivia Asih Blandina

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.