HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI DESA SABATAI BARU KECAMATAN MOROTAI SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.55984/leleani.v3i1.149Kata Kunci:
Pengetahuan, , Ibu Menyusui, ASI Eksklusif, desa Sabatai BaruAbstrak
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan ideal atau makanan yang paling baik bagi bayi, karena didalamnya telah terdapat semua zat dan gizi yang dibutuhkan bayi. Pemberian ASI Eksklusif merupakan program anjuran agar bayi hanya diberikan ASI sampai bayi berumur 6 bulan. Berdasarkan Kemenkes RI (2017), hanya 35,7% bayi yang diberikan ASI Eksklusif, di Provinsi Maluku Utara cakupan ASI Eksklusif hanya 25,8%. Kabupaten Pulau Morotai cakupan ASI Eksklusif hanya 26,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif di Desa Sabatai Baru Kecamatan Morotai Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 responden yang didapatkan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu menyusui di Desa Sabatai Baru berada pada kategori “pengetahuan cukup” (52,4%) dan pemberian ASI Eksklusif berada pada kategori “tidak eksklusif” (54,76%). Uji statistik menggunakan Spearman Rho didapatkan hasil p=0,320 atau tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif di Desa Sabatai Baru Kecamatan Morotai Selatan.
Referensi
Jalal, N. B. (2017). Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif Untuk Perkembangan Bayi. Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makasar, 6. http://digilib.unhas.ac.id/uploaded_files/temporary/DigitalCollection/YmNjjbizje2yjmzzdhmmtk5mdrmyty3otzingiwzddkmgmzyjuyoa==.pdf
Notoatmodjo. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Diah, dkk. (2018). Hubungan Antara Pengetahuan dan Pendidikan Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Kedungrejo Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Ilmiah. Universitas Wijaya Kusuma. Surabaya
Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai. (2015). Profil kesehatan Morotai: Dinkes Halut
Hargono, R. (2014). Faktor Determinan yang Mempengaruhi Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan di kelurahan Mulyorejo wilayah kerja Pukesmas Mulyorejo Surabaya . Jurnal Promkes (Jurnal Promosi dan Pendidikan Kesehatan Indonesia). vol2, pg 15-27.
Kemenkes RI. (2010). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2010. Jakarta: Kemkes RI
Kemenkes RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2018. Jakarta: Kemkes RI
Latifatun, N. (2015). Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Perilaku Ibu Dalam Pemberian ASI di BPM Ny. Andre Kediri. Jurnal Ners dan Kebidanan. Vol.2. No.2. hlm.154.
Nuraini,A. (2017). Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Berusia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bailakng Kota Manado. Jurnal Ilmiah. Manado. Universitas Sam Ratulangi
Notoatmodjo. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta
Proverawati dan Rahmawati, E. (2010). Kapitasi Selekta ASI dan Menyusui. Penerbit Nuha Medika. Yogyakarta
Sheyla, R. (2013). Hubungan Antara Pengetahuan Dan Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian Air Susu Ibu (Asi) Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Remboken Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa. Jurnal Ilmiah. Universitas Sam Ratulangi
Sugiarti E., Zulaekah S., & Puspowati D.S. (2011). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Kecamatan Karang Malang Kabupaten Sragen. Jurnal Kesehatan, ISSN 1979-7621, Vol. 4, No. 2, Desember 2011: 195-206
Sulistyoningsih, H. (2011). Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta Graha Ilmu.
Wowor, M. (2013). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Menyusui di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jurnal Keperawatan. Vol.1, No.1
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Meicen Yuyun Masa , Pipit Nur Fitria

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.