PENYULUHAN PEMANFAATAN RUMPON PERMUKAAN DAN RUMPON DASAR DI DESA SAMINYAMAU KECAMATAN PULAU RAO

Penulis

  • femsy kour Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Hein Namotemo
  • Febrina O. Akerina Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Hein Namotemo
  • John Raimond Pattiasina Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Hein Namotemo

DOI:

https://doi.org/10.55984/hirono.v6i1.264

Kata Kunci:

Desa Saminyamau, alat bantu penangkapan ikan, rumpon

Abstrak

Desa Saminyamau merupakan salah satu desa di Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Nelayan melakukan operasi penangkapan di sekitar perairan Desa Saminyamau, tepatnya di wilayah rumpon yang berjarak kurang lebih 20 menit dari desa tersebut. Perairan Desa Saminyamau memiliki sumber daya perikanan yang melimpah dengan hasil tangkapan yang didominasi oleh ikan kerapu, kakap, tuna, cakalang, dan ikan layang.  Permasalahan yang dihadapi adalah masyarakat Desa Saminyamau cenderung menggunakan rumpon permukaan dengan lokasi pemasangan yang masih terlalu dekat dengan garis pantai serta jarak antar rumpon yang saling berdekatan. Rumpon yang terlalu dekat satu sama lain dapat menyebabkan ikan hanya berkumpul pada satu titik tertentu, sehingga mengurangi efektivitas rumpon lainnya dan menurunkan hasil tangkapan nelayan secara keseluruhan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai manfaat rumpon permukaan dan rumpon dasar bagi nelayan Desa Saminyamau, serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penempatan alat bantu penangkapan ikan yang tepat di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan di Pantai Saminyamau, Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, yang dihadiri oleh 60 peserta.

Referensi

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2012). Fishing with fish aggregating devices (FADs). FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2018). Sustainable use of fish aggregating devices (FADs).

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2020). Guidelines on the sustainable use of fish aggregating devices (FADs).

Hikmah, N., dkk. (2016). Penggunaan rumpon dalam penangkapan ikan. Jurnal Perikanan.

Matrutty, D. D. P. (2021). Productivity and distribution of fish associated with fish aggregating devices (FADs). Jurnal Perikanan dan Kelautan,

Monintja, D. R., & Zulkarnain. (1995). Studi pemanfaatan rumpon dalam penangkapan ikan. Jurnal Ilmu Kelautan.

Monintja, D. R., Zulkarnain, & Tim Peneliti. (2002). Tingkah laku dan komposisi ikan di sekitar rumpon. Jurnal Perikanan Indonesia.

Paiki, K., & Wanimbo, A. (2022). Efektivitas pemanfaatan rumpon sebagai alat bantu penangkapan ikan pada nelayan lokal. Jurnal Perikanan.

Salmarika, M., dkk. (2023). Sosialisasi penggunaan rumpon tradisional pada masyarakat pesisir. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara, 3(1), 44–49.

Sudirman, & Mallawa, A. (2012). Teknik penangkapan ikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudirman, & Mallawa, A. (2019). Teknologi penangkapan ikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudirman, dkk. (2019). Komposisi hasil tangkapan ikan di sekitar rumpon. Jurnal Kelautan dan Perikanan.

Suman, A., dkk. (2014). Status sumber daya ikan Indonesia. Jurnal Kebijakan Perikanan.

Suman, A., dkk. (2018). Pengelolaan rumpon dalam mendukung perikanan berkelanjutan. Jurnal Kebijakan Perikanan.

Ta’alidin, Z., dkk. (2017). Efektivitas rumpon dasar terhadap hasil tangkapan ikan demersal. Jurnal Ilmu Perikanan.

Tanjung, H. R., dkk. (2024). Pelatihan pembuatan rumpon untuk meningkatkan produktivitas nelayan. Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat, 8(1), 27–30.

Widodo, J., & Suadi. (2006). Pengelolaan sumber daya perikanan laut. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-04-30

Terbitan

Bagian

ARTIKEL