PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP DAMPAK SAMPAH LAUT DAN PENGELOLAANNYA MELALUI PENGENALAN KONSEP ECOBRICKS DI GUDANG ARANG, KELURAHAN BENTENG, KOTA AMBON
DOI:
https://doi.org/10.55984/hirono.v2i1.84Kata Kunci:
sampah laut, ecobricksAbstrak
Masyarakat Gudang Arang Kota Ambon bermukim di wilayah pesisir dengan tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi, dan juga terdapat aktivitas pasar tradisional. Program peningkatan kesadaran dampak pencemaran sampah laut ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak pencemaran sampah laut melalui sosialisasi kepada masyarakat, melalui pengenalan konsep ecobricks. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, demo pembuatan ecobricks, dan diskusi, serta evaluasi baik mencakup pengetahuan maupun sikap masyarakat terhadap sampah, dampak, dan pengelolaannya. Berdasarkan hasil evaluasi pra-sosialisasi, diperoleh bahwa masih rendah pengetahuan masayarakat mengenai konsep 3R sampah (37.04%), bank sampah (51.85%), dan peran dalam mitigasi (55.56%). Sedangkan untuk pengetahuan mengenai sampah laut (jenis dan dampak serta cara pengelolaan) secara umum dapat dikatakan cukup baik sampai sangat baik (lebih dari 70% sampai 96%). Sikap masyarakat terhadap keberadaan sampah di lingkungan sudah sangat baik (lebih dari 80%), hanya saja kesediaan untuk melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang masih cukup rendah (tidak lebih dari 70%). Berdasarkan hasil evaluasi pasca sosialisasi, ditemukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat serta sikap masyarakat terkait sampah, dampak, dan pengelolaannya, dan peningkatan presentasi pengetahuan masyarakat setelah sosialisasi dibandingkan dengan sebelum dilakukan sosialisasi (96.30-100%). Hal ini berarti bahwa melalui proses sosialisasi yang dilakukan, serta upaya baik dalam bentuk pendampingan yang akan dilakukan oleh pemerintah setempat dapat memberikan progres positif terhadap upaya penanganan sampah di lingkungan
Referensi
BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Ambon. 2021. Kota Ambon dalam Angka 2021. BPS Kota Ambon. Ambon. 420 h.
Coe J. M., and D. B. Rogers. (eds) 1997. Marine debris: sources, impacts, and solutions. New York, NY: Springer-Verlag. 432 p.
CSIRO (Ocean and Atmosphere Flaship). 2014. Marine Debris sources, distribution and fate of plastic and other refuse – and its impact on ocean and coastal wildlife. 4 p.
Fathullah, A. 2018. Ecobricks, Solusi Sederhana yang Mampu Selamatkan Dunia. https://www.kompasiana.com/agusfathullah/5b484862dd0fa852cc530dd2/ecobrick-solusi-sederhana-namun-efektif [diakses tanggal 10 Mei 2022]
https://www.condorferries.co.uk/marine-ocean-pollution-statistics-facts [diakses tanggal 10 Mei 2022]
https://www.sas.org.uk/our-work/plastic-pollution/plastic-pollution-facts-figures/ [diakses tanggal 10 Mei 2022]
Iniguez, M. E. J. A. Conesa, A. Fullana. 2016. Marine Debris Occurrence and Treantment: A Review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 64 (2016) 394–402.
Jambeck, R. J., G. Roland, W. Chris, R. S. Theodore, P. Miriam, A. Anthony, N. Ramani, and L. Kara. 2015. Plastic Was Inputs From Land Into The Ocean. Journal Science, Vol 347: 768-771.
Kuo, F. J., & Huang, H. W. (2014). Strategy for mitigation of marine debris: Analysis of sources and composition of marine debris in northern Taiwan. Marine Pollution Bulletin, 83(1), 70–78. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2014.04.019
Lippiat, S., Opfer, S. and Arthur, C. 2013. Marine Debris and Monitoring Assesment. NOAA. 88 p.
NOAA. 2013. Programmatic Environmental Assessment (PEA) for the NOAA Marine Debris Program (MDP). 168.
NOAA. 2015. Turning The Tide On Trash. A Learning Guide On Marine Debris. NOAA PIFSC CRED. 102 p.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2018. Penanganan sampah laut.
UNEP. 2014. Air Pollution: World’s Worst Environmental Health Risk. In UNEP Year Book 2014 emerging issues update: Vol. Air Qualit. http://www.unep.org/yearbook/2014/PDF/chapt7.pdf
UNEP. 2021. From pollution to solution: A global assessment of marine litter and plastic pollution. In New Scientist (Vol. 237, Issue 3169). https://doi.org/10.13140/RG.2.2.33577.318
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 JURNAL HIRONO

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.