PENGENALAN JENIS IKAN HIAS DAN SISTEM BUDIDAYA KEPADA MASYARAKAT DI NEGERI LATUHALAT KOTA AMBON

Penulis

  • Sophia N. M. Fendjalang Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura
  • Martha L Wattimena Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura
  • Krisye Pasanea Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura

DOI:

https://doi.org/10.55984/hirono.v4i1.174

Kata Kunci:

Ikan Hias, Latuhalat, Potensi, Sistem Budidaya

Abstrak

Wilayah perairan Indonesia memiliki keanekaragaman jenis ikan hias yang melimpah dan unik, yaitu 240 jenis ikan hias laut dan 226 jenis ikan hias air tawar. Negeri Latuhalat merupakan salah satu desa nelayan di Kota Ambon yang sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya berasal dari hasil tangkapan laut yaitu sebesar 57 % kegiatan penangkapan sangat dipengaruhi oleh musim penangkapan, cuaca serta ketersediaan bahan bakar menjadi masalah dan kendala yang dihadapi oleh nelayan tangkap. Pengenalan potensi dan pengembangan budidaya ikan hias kepada masyarakat dinilai dapat menjadi solusi kepada masyarakat Negeri Latuhalat. Kegiatan PKM dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Juli 2023 pukul 09.00 WIT – selesai bertempat di Balai pertemuan negeri. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Penyampaian materi ini dilakukan selama 20 menit dengan topik-topik yang dibahas yaitu pola pikir masyarakat terkait potensi ikan hias, komoditi ikan hias air tawar dan komoditi ikan hias air laut, sistem budidaya dan kelebihan serta peluang usaha budidaya ikan hias. Evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan dilakukan dengan cara menjawab pertanyaan dan diskusi sesuai topik yang diberikan. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu peningkatan pengetahuan masyarakat tentang potensi, peluang dan sistem budidaya ikan hias serta cara budidaya ikan yang benar.

Referensi

Andriadhi A., Bambang A. N., Darmanto YS. 2016. Strategi Pengembangan Budidaya Ikan Hias Air Tawar Di Kota Semarang. Agromedia, 34(2), 1-10

Attamimi, G. R., Kingseng A. R., Agusta I. (2019). Kelas dan Ketimpangan Struktural Masyarakat Nelayan di Kota Ambon. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(3), 228-236

Azijah A., F. Wandani, N.C Widyanto, Annisa, R.M Al-Wira’i, M.I Tuharea, I.G Prabowo, H. Triyono, I.N Suyasa, M.H Edy, Ilham, Kadarusman. 2017. Poster. Status Ikan Hias Indonesia: Diversitas, konservasi, perdagangan dan pengelolaannya. Dipresentasikan pada Simposium Nasional Ikan dan Perikanan, Masyarakat Iktiologi Indonesia. Bogor.

Dey V. K., 2016 The global trade in ornamental fish. Infofish International 4:52-55.

Fahmi M, Ginanjar R, Kusumah RV. 2015. Keragaman ikan hias di lahan gambut Cagar Biosfer Bukit-Batu, Propinsi Riau. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia 1(1):51-58. DOI: 10.13057/psnmbi/m010108.

Froese, R. & D. Pauly. Editors. 2022. FishBase. World Wide Web electronic publication. www.fishbase.org, version (8/2022).

ITC. Trade statistics for international business development. https://www.trademap.org/Country_SelProductCountry.aspx?nvpm

ImperialTripocal. https://imperialtropicals. com/search?options%5Bprefix%5D=last&page=3&q=cardinal

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2021. Data Statistik & Informasi Tahun 2021.

Khoironi FE,Saskara IAN. 2017. Analisis pengaruh kurs dollar, inflasi, dan produksi terhadap ekspor ikan hias di provinsi bali. E Jurnal EP Universitas Udayana,6(3): 337-36.

Kusrini, E. (2010). Budidaya ikan hias sebagai pendukung pembangunan nasional perikanan di Indonesia. Media Akuakultur, 5(2), 109-114.

Kusumah R.V., & Prasetio A.B. 2017. Status dan Potensi Bisnis Ikan Hias Indonesia. Di dalam. RAN : Riset Ikan Hias Indonesia menuju Industri Perikanan, Chapter III. Depok : Balai Riset Budidaya Ikan Hias. Hal. 24 – 37.

Mulyati S., Herdianti T., Suhermanto A., Sofian A. 2022. The prospects of business development in ornamental fish inSoutheast Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas, 23(12), 6413-6419

Novianti, T., & Kurniawan, G. E. (2020). The effect of training on diversification of processed fish products and community development of interest in entrepreneurship. Proceedings of the 1st International Conference on Accountin, Management and Entrepreneurship (ICAMER 2019).

Pemerintah Negeri Latuhalat. 2016. Profil dan Monografi Negeri Latuhalat.

Priono, B., Johan, O. (2014). Prospek Pengembangan Pembenihan Ikan Hias Laut dan Upaya Pemanfaatannya. Media Akuakultur, 9(2), 91-96

Priyono S. 2021. Tingkat Penerimaan masyarakat terhadap penerapan sistem cbib (cara budidaya ikan yang baik) pada budidaya pembesaran ikan lele kolam terpal di Kecamatan Slawi dan Kecamatan Lebaksiu. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 1 (2),130-140. http://doi.org/10.29303/jppi.v1i2.115

Ramachandran A.2002. Freshwater Indigenous Ornamental Fish Resources in Kerala and Their

Prospects for International Marketing.In: Boopendranath MR, Meenakumari B, Joseph J, Sankar TV, Pravin P, Edwin L(eds.).Riverine an Reservoir Fisheries if India.Central Institute of Fisheries Technology and Society of Fisheries Technologists, India.

Sidi, F P., Sungkowo, A B. 2022. Potensi Pertumbuhan Usaha Budidaya Ikan Hias Discus SJA. Prosiding Working Papers Series In Management, Vol. 14(1); 340-357

Yoesdiarti A., Masithoh S., Leamana D. (2017). Strategi Pengembangan Agribisnis Ikan Hias di Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor. Jurnal Mina Sains, 3(2), 35-43

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-06-10

Terbitan

Bagian

ARTIKEL