PENANGANAN LIMBAH ORGANIK MENJADI BAHAN BAKU PAKAN DALAM PRODUKSI MAGGOT UNTUK SUMBER PROTEIN PAKAN IKAN BUDIDAYA SEBAGAI IMPLEMENTASI KONSEP BLUE ECONOMY
DOI:
https://doi.org/10.55984/hirono.v2i2.121Kata Kunci:
magot, limbah organik, protein, pakan ikan, ekonomi biruAbstrak
Perairan Teluk Ambon Dalam merupakan salah satu lokasi yang sedang berkembang sebagai kawasan budidaya ikan. Namun, pakan ikan sering menjadi permasalahan karena jumlah dan harga sering tergantung pada musim. Untuk itu dikembangkan pakan dan bahan baku pakan alternatif yang dianggap sejalan dengan konsep blue economy yang digalakan pemerintah untk menjawab permasalahan yang ada, yaitu menggunakan magot (larva lalat black soldier), sehingga persoalan ekonomi dan lingkungan dapat terjawab. Pemanfaatan limbah organik dan terbukanya kesempatan pakan komersil mewujudkan konsep ekonomi biru dalam usaha budidaya ikan dengan memanfaatkan pakan magot. Tujuan dilakukannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk mengenalkan dan melatih konsep budidaya magot serta komersialisasi produk magot sebagai pakan. Kegiatan dilakukan di Pusat Kemaritiman dan Kelautan Universitas Pattimura Ambon, dengan beberapa kegiatan dimulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Pada tahap awal, dipersiapkan kandang magot dan berbagai bahan yang diperlukan dalam budidaya magot, termasuk pembuatan produk fermentasi untuk pakan lalat. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan peningkatan pengetahuan mencapai 85,71%-100%, sedangkan peningkatan keterampilan berkisar dari 90,48%-100%. Perpaduan metode ceramah dan pelatihan secara langsung dapat memberikan hasil yang efektif karena peserta dapat mendengar, berdiskusi, dan berlatih secara langsung.
Referensi
Andriani, R., F. Muchdar, Juharni, G. M. Samadan, W. Alfisharhrin, K. Abjan, M. T. Margono. 2020. Teknik kultur maggot (Hermetia illucens) pada kelompok budidaya ikan di Kelurahan Kastela. Altifani, 2020:1-5.
Azir, A., H. Harris, R. B. K. Haris. 2017. Produksi dan kandungan nutrisi maggot (Chrysomya megachepala) menggunakan komposisi media kultur berbeda. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, 12(1): 34-40.
Fahmi, M. R. (2015). Optimalisasi proses biokonversi dengan menggunakan mini-larva Hermetia illucens untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan. In Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (Vol. 1, pp. 139–144). https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010124
Fauzi, R. U. A., E. R. N. Sari. 2018. Analisis Usaha Budidaya Maggot sebagai Alternatif Pakan Lele. Industria, 7(1) 39-46.
Kontan.co.id. 28 Juli 2022. “KKP tekan harga pakan ikan 60% dari biaya produksi”. Kontan. Diakses pada 28 Juli 2022 dari https://industri.kontan.co.id/news/kk p-tekan-harga-pakan-ikan-60-dari-biaya -produksi
Newton, G. L., Sheppard, D. C., Watson, D. W., Burtle, G. J., Dove, C. R., Tomberlin, J. K., & Thelen, E. E. (2005). The black soldier fly, Hermetia illucens, as a manure management/ resource recovery tool. In Proceedings of the Symposium on the State of the Science of Animal Manure and Waste Management. San Antonio.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 45/Permen-Kp/2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 25/Permen-Kp/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2015-2019.
Prayuda, R., D. V. Sary. 2019. Strategi Indonesia dalam implementasi konsep Blue Economy terhadap pemberdayaan masyarakat pesisir di era masyarakat ekonomi Asean. Indonesian Journal of International Relations, 3(2): 46-64.
Rani, F., W. Chayasari. 2015. Motivasi Indonesia dalam menerapkan model kebijakan Blue Economy masa pemerintahan Joko Widodo. Jurnal Transnasional, 7(1): 1914-1928.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Gino V. Limmon, Gratia D. Manuputty, Sophia N. M. Fendjalang

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.