SOSIALISASI MITIGASI SAMPAH LAUT PADA SISWA PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK KWARTIR RANTING TELUK AMBON KOTA AMBON
DOI:
https://doi.org/10.55984/hirono.v2i2.103Kata Kunci:
mitigasi, sampah laut, pramuka, teluk ambonAbstrak
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para siswa Pramuka Kwartir Ranting Teluk Ambon tentang mitigasi sampah laut, serta melatih ketrampilan dalam metode dasar penelitian sampah. Sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi, sedangkan pelatihan dilakukan secara simulatif di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan pelatihan yang dilakukan, sampah yang ditemukan didominasi oleh ukuran makro (2.5-100 cm), dan diperoleh empat kategori sampah yaitu kertas (19,81%), logam (6,17%), kaca (1,82%), dan plastik (72,19%). Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, dilakukan evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Sebelum kegiatan, nilai pengetahuan awal cukup bervariasi, antara lain: mitigasi, sumber, klasifikasi sampah laut, pemilahan sampah (0-4%), dampak sampah laut dan sumbernya (4,35%), pengertian dan penghitungan sampah laut (8,70%), pengumpulan sampah (100%). Setelah kegiatan dilakukan, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa secara signifikan yaitu mencapai 95,65%-100% untuk semua indikator. Paduan sosialisasi dan pelatihan ini memberi dampak positif bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait topik dimaksud. Diharapkan siswa dapat mengimplementasikannya dalam berbagai kegiatan kepramukaan yang dilakukan khususnya yang berkaitan dengan lingkungan. Selain itu, sebagai masyarakat yang hidup di daerah pesisir, para siswa pramuka juga dapat terus menjaga konsistensi berpikir dan berkarya di bidang lingkungan pesisir dan laut, saat ini maupun di masa mendatang.
Referensi
Coe J. M., and D. B. Rogers. (eds) 1997. Marine debris: sources, impacts, and solutions. New York, NY: Springer-Verlag. 432 p.
CSIRO (Ocean and Atmosphere Flaship). 2014. Marine Debris sources, distribution and fate of plastic and other refuse – and its impact on ocean and coastal wildlife. 4 p.
Dahuri, R. 2003. Keanekaragaan Hayati Laut: Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 412 h.
Djaguna, A., W. E. Pelle, J. N. W. Schaduw, H. W. K. Manengkey, N. D. C. Rumampuk, E. L. A. Ngangi. 2019. Identifikasi Sampah Laut di Pantai Tongkaina dan
Talawaan Bajo. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. 7(3): 174-182.
Jambeck, R. J., G. Roland, W. Chris, R. S. Theodore, P. Miriam, A. Anthony, N. Ramani, and L. Kara. 2015. Plastic Was Inputs from Land into The Ocean. Journal Science, Vol 347: 768-771.
Lippiat, S., Opfer, S. and Arthur, C. 2013. Marine Debris and Monitoring Assesment. NOAA. 88 p.
Mukhtasor. 2007. Pencemaran Pesisir dan Laut. Pradnya Paramita, Jakarta. 332 h.
NOAA. 2013. Programmatic Environmental Assessment (PEA) for the NOAA Marine Debris Program (MDP). 168.
NOAA. 2015. Turning the Tide on Trash. A Learning Guide on Marine Debris. NOAA PIFSC CRED. 102 p.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2018. Penanganan sampah laut.
Thompson R C, S. H. Swan, C. J. Moore, and F. S. Vom Saal. 2009 Our plastic age. Philos. Trans. R. Soc. B Biol. Sci. 364: 1973–6
Tuahatu, J. W. Y. A. Noya, and G.D. Manuputty. 2020. Plastic Pollution on the Beaches of Outer Ambon Bay. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science. doi:10.1088/1755-1315/584/1/012058.
Tuahatu, J.W. N.C.Tuhumury, 2022. Sampah Laut Yang Terdampar di Pesisir Pantai Hative Besar Pada Musim Peralihan I. Jurnal Triton. 18(1) :47-54
UU Republik Indonesia 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Juliana W. Tuahatu, Yunita A. Noya, Gratia D. Manuputty

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.